Peluang bagi tenaga kerja asing untuk bekerja sebagai pengemudi di Jepang semakin terbuka. Pemerintah Jepang telah memasukkan bidang transportasi otomotif atau 自動車運送業分野 ke dalam program Tokutei Ginou (特定技能) sebagai salah satu langkah untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja di industri transportasi.
Namun, calon pekerja perlu mengetahui bahwa bekerja sebagai pengemudi di Jepang tidak cukup hanya dengan memiliki SIM dari negara asal. Salah satu tantangan terbesarnya adalah memperoleh SIM Jepang melalui proses konversi SIM asing atau Gaimen Kirikae (外免切替).
Ujian Konversi SIM Semakin Sulit
Sejak sistem konversi SIM asing diperketat, tingkat kelulusannya menjadi cukup rendah. Berdasarkan data yang disampaikan dalam video tersebut, tingkat kelulusan di Prefektur Oita tercatat:
- Ujian teori atau konfirmasi pengetahuan: 33,4%
- Ujian praktik atau konfirmasi keterampilan: hanya 3,9%
Data tersebut menunjukkan bahwa ujian praktik menjadi rintangan yang sangat besar bagi tenaga kerja asing yang ingin bekerja sebagai pengemudi di Jepang.
Perlu diperhatikan bahwa angka tersebut merupakan data di Prefektur Oita dan tidak selalu menggambarkan tingkat kelulusan di seluruh Jepang.
Apa Itu Gaimen Kirikae?
Gaimen Kirikae (外免切替) adalah prosedur untuk mengubah SIM yang diterbitkan di negara asal menjadi SIM Jepang.
Dalam prosesnya, peserta harus melewati dua jenis pemeriksaan.
1. Konfirmasi Pengetahuan atau Ujian Teori
Peserta harus menjawab 50 soal tertulis mengenai peraturan lalu lintas dan tata cara berkendara di Jepang.
Untuk dinyatakan lulus, peserta harus menjawab benar sedikitnya 90% dari seluruh soal. Artinya, dari 50 soal, peserta harus memperoleh minimal 45 jawaban benar.
Ujian ini menuntut calon pengemudi untuk benar-benar memahami peraturan lalu lintas Jepang, bukan hanya menghafal soal.
2. Konfirmasi Keterampilan atau Ujian Praktik
Peserta harus mengemudikan kendaraan secara langsung di jalur ujian yang tersedia di pusat SIM Jepang.
Beberapa hal yang dinilai antara lain:
- Mendahulukan pejalan kaki di zebra cross
- Berhenti dengan sempurna sebelum melanjutkan perjalanan
- Berhenti dan memastikan keamanan di perlintasan kereta api
- Melakukan pengecekan keselamatan sebelum berbelok atau berpindah jalur
- Menggunakan lampu sein pada waktu yang tepat
- Menjaga posisi kendaraan dan mematuhi batas kecepatan
- Memperhatikan urutan pengecekan kaca spion, lampu sein, dan titik buta
Kesalahan yang terlihat kecil dapat menyebabkan peserta tidak lulus. Karena itu, pengalaman mengemudi di Indonesia saja belum tentu cukup tanpa latihan khusus sesuai standar Jepang.
Peluang Besar, tetapi Persiapannya Tidak Mudah
Masuknya bidang transportasi otomotif ke dalam program Tokutei Ginou memberikan peluang baru bagi tenaga kerja asing yang memiliki pengalaman sebagai pengemudi. Jepang membutuhkan tenaga kerja untuk menjaga kelancaran logistik dan transportasi di berbagai daerah.
Namun, peluang tersebut juga disertai standar keselamatan yang tinggi. Rendahnya tingkat kelulusan ujian praktik menunjukkan bahwa kandidat perlu mengikuti pelatihan yang benar-benar disesuaikan dengan sistem berkendara di Jepang.
Bagi kamu yang ingin bekerja sebagai pengemudi melalui jalur Tokutei Ginou 自動車運送業, mulailah mempersiapkan kemampuan bahasa Jepang, pengetahuan lalu lintas, dan teknik mengemudi sesuai standar Jepang sejak sekarang.
Memiliki pengalaman mengemudi adalah modal awal. Akan tetapi, untuk berhasil memperoleh SIM Jepang dan bekerja sebagai pengemudi profesional, kamu juga harus mampu beradaptasi dengan peraturan serta budaya keselamatan berkendara di Jepang.
