Bidang restoran atau gaishokugyou (外食業) menjadi salah satu bidang Tokutei Ginou yang paling diminati pekerja asing. Namun, kuota penerimaan Tokutei Ginou 1 untuk bidang ini semakin terbatas.
Dalam kebijakan terbaru Pemerintah Jepang, jumlah penerimaan tenaga kerja asing bidang restoran untuk tahun fiskal 2024 sampai 2028 ditetapkan sebanyak 55.300 orang. Jumlah tersebut dibagi menjadi:
- 50.000 orang melalui Tokutei Ginou 1; dan
- 5.300 orang melalui program Ikusei Shurou.
Artinya, angka 5.300 orang tersebut bukan tambahan kuota Tokutei Ginou 1, melainkan kuota tersendiri untuk sistem baru bernama Ikusei Shurou (育成就労).
Namun, karena kuotanya semakin terbatas, calon pekerja restoran perlu mulai mengetahui jalur baru yang akan tersedia mulai 2027.
Jalur baru bekerja di restoran: Ikusei Shurou
Mulai 1 April 2027, Jepang akan memberlakukan sistem Ikusei Shurou sebagai pengganti sistem magang teknis atau Ginou Jisshu.
Program ini memungkinkan pekerja asing bekerja sambil mempelajari keterampilan yang dibutuhkan. Masa program berlangsung selama tiga tahun, dengan target agar peserta mencapai kemampuan setara Tokutei Ginou 1.
Untuk bidang restoran, pemerintah menetapkan kuota Ikusei Shurou sebanyak 5.300 orang selama dua tahun, yaitu tahun fiskal 2027 dan 2028.
Jadi, apabila penerimaan baru melalui Tokutei Ginou 1 semakin dibatasi, Ikusei Shurou dapat menjadi jalur alternatif untuk bekerja di restoran Jepang.
Pekerjaan yang dapat dilakukan
Ruang lingkup pekerjaan Ikusei Shurou bidang restoran sama dengan Tokutei Ginou bidang gaishokugyou, yaitu:
- Menyiapkan dan memasak makanan atau minuman;
- Melayani pelanggan; dan
- Membantu pengelolaan operasional restoran.
Bidang ini juga mencakup keterampilan produksi makanan untuk fasilitas kesehatan dan kesejahteraan, seperti dapur rumah sakit atau fasilitas perawatan lansia.
Peserta harus dipekerjakan secara langsung oleh perusahaan penerima. Sistem penempatan melalui perusahaan outsourcing atau tenaga kerja kontrak tidak diperbolehkan.
Syarat bahasa Jepang sebelum bekerja
Sebelum mulai bekerja melalui Ikusei Shurou, calon peserta harus memenuhi salah satu persyaratan berikut:
- Lulus JFT-Basic tingkat A1 atau lebih tinggi;
- Lulus JLPT N5 atau lebih tinggi; atau
- Mengikuti pendidikan bahasa Jepang setara A1 selama sekurang-kurangnya 100 jam pada lembaga pendidikan bahasa Jepang yang diakui.
Berbeda dengan Tokutei Ginou 1, peserta Ikusei Shurou tidak langsung diwajibkan lulus ujian keterampilan Tokutei Ginou sebelum mulai bekerja. Keterampilan tersebut akan dipelajari dan dievaluasi selama program berlangsung.
Target selama mengikuti program
Dalam satu tahun pertama, peserta harus mengikuti ujian keterampilan dasar bidang restoran atau 外食業育成就労評価試験(初級).
Sementara itu, sebelum menyelesaikan program tiga tahun, peserta ditargetkan:
- Lulus ujian keterampilan Tokutei Ginou 1 bidang restoran; dan
- Memiliki kemampuan bahasa Jepang setara JFT-Basic A2.2 atau JLPT N4.
Setelah memenuhi target tersebut, peserta memiliki dasar keterampilan dan bahasa Jepang untuk melanjutkan karier ke Tokutei Ginou 1.
Apakah peserta bisa pindah perusahaan?
Untuk perpindahan perusahaan atas keinginan sendiri, bidang restoran menetapkan masa pembatasan selama dua tahun.
Peserta yang ingin pindah perusahaan harus memenuhi persyaratan keterampilan dasar dan kemampuan bahasa Jepang setara A2.1 atau JLPT N4, selain persyaratan umum lainnya dalam sistem Ikusei Shurou.
Perusahaan yang memberlakukan pembatasan perpindahan lebih dari satu tahun juga diwajibkan menaikkan upah peserta dari tahun pertama ke tahun kedua sesuai standar kenaikan yang ditentukan oleh dewan bidang restoran.
Kesempatan baru yang perlu dipersiapkan
Data pemerintah menunjukkan bahwa Jepang masih mengalami kekurangan tenaga kerja restoran yang serius. Pada tahun fiskal 2024, rasio lowongan kerja bidang restoran mencapai 4,15 kali, sedangkan rata-rata seluruh industri hanya 1,25 kali.
Pada tahun fiskal 2028, bidang restoran diperkirakan masih kekurangan sekitar 55.300 pekerja, meskipun berbagai upaya peningkatan produktivitas dan perekrutan tenaga kerja lokal telah dilakukan.
Karena itu, meskipun kuota Tokutei Ginou 1 semakin terbatas, kebutuhan tenaga kerja restoran di Jepang belum berakhir. Jalur penerimaannya mulai diarahkan melalui kombinasi Tokutei Ginou dan Ikusei Shurou.
Bagi kamu yang ingin bekerja di restoran Jepang, persiapkan kemampuan bahasa Jepang mulai dari N5, tingkatkan hingga N4, dan pelajari kosakata pekerjaan restoran, pelayanan pelanggan, serta kebersihan makanan.
Sumber: https://www.otit.go.jp/news/cat2/b1510d3906fd745828d50be7a25cbb70f132f5b3.html
