Ikusei Shurou: Perusahaan Saling Memperbaiki Kesejahteraan Terhadap Tenaga Kerja Asing

Menjelang diberlakukannya program Ikusei Shurou pada April tahun depan, perusahaan di Jepang mulai memperhatikan pentingnya kesejahteraan tenaga kerja asing, terutama dari sisi tempat tinggal dan lingkungan kerja.

Di Pusat Pengolahan Peternakan milik Koperasi Konsumen Prefektur di Kota Fukui, 17 dari 46 karyawan merupakan tenaga kerja asing asal Filipina. Mereka bekerja dalam pengolahan daging ayam dan babi, dan telah menjadi bagian penting dalam operasional perusahaan.

Pihak perusahaan menyebut bahwa para pekerja asing bukan hanya menjadi tenaga kerja penting, tetapi juga membawa suasana positif di tempat kerja. Dalam pekerjaan yang dimulai sejak tengah malam dan dilakukan secara manual, semangat dan keceriaan mereka membantu meningkatkan suasana kerja.

Namun, masih ada tantangan dalam kehidupan sehari-hari. Selama ini, banyak pekerja tinggal berdua dalam rumah sewa berukuran 6 tatami. Kondisi ini membuat privasi menjadi terbatas, terutama saat mereka ingin menelepon keluarga di negara asal.

Untuk memperbaiki kondisi tersebut, perusahaan membangun hunian khusus bagi tenaga kerja asing. Hunian ini berbentuk share house untuk 4–5 orang, tetapi tetap menyediakan kamar pribadi agar setiap pekerja memiliki ruang privasi.

Langkah ini dilakukan sebagai persiapan menghadapi sistem Ikusei Shurou, di mana pekerja dapat melakukan Tenseki (pindah perusahaan) dengan syarat tertentu. Karena itu, perusahaan perlu menciptakan lingkungan kerja dan tempat tinggal yang membuat pekerja asing merasa nyaman dan ingin bertahan.

Perbaikan hunian ini menunjukkan bahwa dalam era Ikusei Shurou, kesejahteraan pekerja asing akan menjadi faktor penting. Perusahaan yang mampu menyediakan tempat tinggal layak, privasi, dan lingkungan kerja yang baik akan lebih menarik bagi tenaga kerja asing.

search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close