AICHI – Di sebuah fasilitas perawatan lansia di Kota Nagoya, terlihat seorang pekerja asal Indonesia bernama Nazri Kairina sedang berbincang dengan para pengguna fasilitas. Ia datang ke Jepang satu tahun delapan bulan lalu melalui program Tokutei Ginou 1 bidang kaigo, yaitu izin tinggal bagi tenaga kerja asing berketerampilan khusus yang bekerja di sektor perawatan lansia.
Nazri Kairina, pekerja asal Indonesia, mengatakan:
“Saya merasa cara kerja orang Jepang sangat baik dan ingin mempelajarinya. Saya senang ketika pengguna fasilitas mengatakan, ‘Terima kasih, Kak.’”
Sebelum datang ke Jepang, Nazri menempuh pendidikan keperawatan di sebuah universitas di Indonesia. Sejak saat itu, ia juga sudah belajar bahasa Jepang. Saat ini, ia sedang berusaha mendapatkan sertifikat nasional Kaigo Fukushishi, yaitu kualifikasi resmi negara Jepang bagi tenaga profesional di bidang perawatan lansia.
Pada hari itu, fasilitas tempat Nazri bekerja sedang mengadakan kegiatan belajar bahasa Jepang. Materi yang dipelajari menggunakan kosakata yang lebih sulit daripada bahasa Jepang untuk percakapan sehari-hari.
Pekerjaan kaigo membutuhkan kemampuan bahasa Jepang yang cukup tinggi karena para pekerja harus memahami dan menggunakan berbagai istilah khusus, seperti nama penyakit, kondisi kesehatan, dan istilah medis yang berkaitan dengan perawatan lansia.
Pemegang status izin tinggal Tokutei Ginou 1 bidang kaigo pada dasarnya hanya dapat bekerja di Jepang selama maksimal lima tahun. Namun, apabila berhasil memperoleh sertifikat nasional Kaigo Fukushishi, mereka dapat beralih ke status izin tinggal khusus pekerja kaigo dan melanjutkan bekerja di Jepang tanpa dibatasi masa kerja lima tahun tersebut.
Meskipun demikian, untuk mengikuti ujian nasional Kaigo Fukushishi, pekerja harus memiliki pengalaman kerja langsung di bidang kaigo selama tiga tahun. Akibat batas waktu tinggal tersebut, dalam praktiknya mereka hanya memiliki sekitar dua kesempatan untuk mengikuti dan lulus ujian.
Dengan persyaratan yang cukup berat seperti ini, apakah Jepang akan tetap mampu menarik tenaga kerja asing di bidang kaigo pada masa mendatang?
Makoto Kosuge, Presiden Direktur Oyako Kōkō, mengatakan:
“Kuota penerimaan tenaga kerja asing di bidang kaigo tidak akan sampai penuh. Jangan menyamakannya dengan sektor restoran atau layanan makanan. Kekurangan tenaga kerja di bidang kaigo sudah sangat parah, bahkan dapat dikatakan sebagai persoalan nasional.”
Menurutnya, kenaikan biaya administrasi pengurusan izin tinggal serta melemahnya nilai tukar yen juga akan memengaruhi minat pekerja asing untuk datang ke Jepang.
Makoto Kosuge mengatakan:
“Para pekerja asing tentu akan mempertimbangkannya. Nilai yen sedang lemah dan huruf kanji juga sulit dipelajari. Saya merasa pada masa mendatang pekerja asing mungkin semakin enggan datang ke Jepang, khususnya untuk bekerja di bidang kaigo.”
Saat ini, pekerja asing dengan status Tokutei Ginou telah menjadi bagian yang sangat dibutuhkan di berbagai tempat kerja di Jepang. Namun, setelah munculnya kebijakan penghentian sementara penerimaan tenaga kerja baru di sektor restoran, muncul pertanyaan apakah dampaknya juga akan meluas ke sektor lainnya.
