Data Perkembangan Total Jumlah Tenaga Kerja SSW/Tokutei Ginou Di Jepang Dari Seluruh Negara

Indonesia menempati posisi penting dalam program pekerja berketerampilan spesifik Jepang, atau Tokutei Ginou. Berdasarkan publikasi Badan Layanan Imigrasi Jepang yang terlampir, pada akhir Juni 2026 terdapat 108.367 warga negara Indonesia dengan status tersebut, terdiri atas 107.242 pemegang Tokutei Ginou 1 dan 1.125 pemegang Tokutei Ginou 2.

Jumlah gabungan itu setara dengan sekitar 24,4% dari seluruh 444.256 pemegang Tokutei Ginou di Jepang. Dengan demikian, hampir satu dari empat pemegang status ini berkewarganegaraan Indonesia. Namun, posisi Indonesia berbeda cukup jauh antara kategori 1 dan kategori 2.

Pada Tokutei Ginou 1, Indonesia berada di urutan kedua setelah Vietnam. Indonesia mencakup 25,2% dari total 425.961 pemegang status tersebut, sedangkan Vietnam mencatat 163.154 orang. Pada Tokutei Ginou 2, Indonesia menempati urutan ketiga setelah Vietnam dan China, dengan pangsa 6,1% dari total 18.295 orang.

Komposisi pekerjaan memperlihatkan kekuatan utama Indonesia. Tiga bidang terbesar untuk Tokutei Ginou 1 adalah kaigo, Pengolahan Makanan, serta pertanian. Ketiganya menampung 68.470 WNI, setara dengan 63,8% dari seluruh pemegang Tokutei Ginou 1 asal Indonesia.

Bidang Tokutei Ginou 1Jumlah WNIPorsi dari total WNI tipe 1
Kaigo26.43324,6%
Pengolahan Makanan23.78222,2%
Pertanian18.25517,0%
Manufaktur12.59211,7%
Konstruksi8.9628,4%

Sumber: Tabel 4; persentase dihitung dari 107.242 WNI pemegang Tokutei Ginou 1.

Besarnya jumlah tersebut juga terlihat ketika dibandingkan dengan seluruh kewarganegaraan pada masing-masing bidang. Indonesia menyumbang sekitar 33,1% pemegang Tokutei Ginou 1 di bidang kaigo dan 41,4% di pertanian. Indonesia menjadi kelompok kewarganegaraan terbesar pada kedua bidang itu.

Di perikanan, dominasinya lebih kuat lagi. Sebanyak 4.230 dari 4.912 pemegang Tokutei Ginou 1 pada bidang tersebut merupakan WNI, atau sekitar 86,1%. Angka ini menunjukkan bahwa besarnya peran Indonesia tidak selalu tercermin dari jumlah absolut: perikanan lebih kecil dibandingkan kaigo, tetapi porsi Indonesia di dalamnya jauh lebih besar.

Jalur perolehan status memberikan gambaran lain yang penting. Dari 107.242 WNI pemegang Tokutei Ginou 1, sebanyak 66.987 orang atau 62,5% tercatat melalui jalur ujian, sementara 40.109 orang atau 37,4% melalui jalur pemagangan teknis (技能実習). Sisanya, 146 orang, tercatat melalui jalur lain dalam tabel.

Porsi jalur ujian Indonesia lebih tinggi daripada angka keseluruhan kewarganegaraan, yakni 47,9%. Namun, jalur ujian tidak otomatis berarti seseorang berangkat langsung dari Indonesia: tabel ini mengelompokkan jalur perolehan status, bukan lokasi seseorang sebelum memperoleh status tersebut.

Persebaran tempat tinggal menunjukkan bahwa keberadaan WNI juga menjangkau banyak wilayah Jepang. Untuk Tokutei Ginou 1, Hokkaido mencatat jumlah terbesar, yaitu 7.921 orang. Berikutnya adalah Aichi dengan 6.184 orang, Ibaraki 6.166 orang, Chiba 5.464 orang, dan Saitama 5.252 orang. Tokyo mencatat 4.380 orang.

Pada Tokutei Ginou 2, skala Indonesia masih jauh lebih kecil. Dari 1.125 WNI, jumlah terbesar berada di pertanian, yakni 384 orang, disusul Pengolahan Makanan sebanyak 267 orang. Kedua bidang ini mencakup 57,9% pemegang Tokutei Ginou 2 asal Indonesia. Manufaktur mencatat 129 orang, konstruksi 126 orang, dan pembuatan kapal serta industri peralatan kapal 83 orang.

Sumber data: http://www.moj.go.jp/

search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close