Kabar baik bagi masyarakat Indonesia yang ingin bekerja di Jepang! Pemerintah Jepang resmi mengumumkan dimulainya pendaftaran ujian keterampilan Tokutei Ginou (Specified Skilled Worker/SSW) bidang Pergudangan atau 物流倉庫 (Butsuryū Sōko) pada Senin, 26 Oktober 2026.
Pengumuman tersebut disampaikan oleh Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang (MLIT). Pelaksanaan ujian dipercayakan kepada Nippon Kaiji Kyokai (ClassNK), lembaga yang ditunjuk sebagai penyelenggara ujian keterampilan bidang pergudangan.
Bidang pergudangan sebelumnya telah resmi ditambahkan ke dalam sistem Tokutei Ginou pada 23 Januari 2026 sebagai salah satu upaya Jepang mengatasi kekurangan tenaga kerja di sektor logistik.
Dengan dimulainya pendaftaran ujian keterampilan, persiapan penerimaan pekerja asing di bidang ini kini memasuki tahap yang lebih konkret.
Indonesia termasuk dalam daftar 17 negara tempat ujian dapat diselenggarakan, termasuk Jepang sendiri. Artinya, calon pekerja Indonesia berpeluang mengikuti ujian keterampilan pergudangan tanpa harus terlebih dahulu datang ke Jepang.
Pekerjaan yang termasuk dalam bidang ini antara lain penerimaan dan pengeluaran barang, pemeriksaan barang, penyimpanan, pemindahan barang di dalam gudang, pengambilan barang sesuai pesanan (picking), serta pengemasan dan pelabelan barang sesuai ketentuan.
Untuk dapat bekerja melalui jalur SSW1 Pergudangan, calon pekerja harus lulus ujian keterampilan bidang pergudangan serta memiliki kemampuan bahasa Jepang setara A2, misalnya JLPT N4 atau JFT-Basic yang memenuhi persyaratan.
Namun, perlu diperhatikan bahwa pendaftaran yang dibuka pada 26 Oktober belum merupakan pendaftaran ujian CBT untuk perorangan.
Saat ini, ClassNK terlebih dahulu membuka pendaftaran melalui sistem 出張試験 (Shutchō Shiken), yaitu ujian tertulis yang diselenggarakan di lokasi yang diajukan perusahaan atau organisasi.
Untuk penyelenggaraan ujian di luar Jepang, termasuk Indonesia, secara umum diperlukan minimal 50 slot ujian. Biaya ujian ditetapkan sebesar US$45 per peserta, belum termasuk biaya tambahan penyelenggaraan dan perjalanan pengawas ujian.
Peserta yang mengikuti ujian di Indonesia harus berusia minimal 18 tahun.
Sementara itu, ujian berbasis komputer atau CBT, yang nantinya dapat didaftarkan secara individu melalui test center, ditargetkan mulai tersedia pada Desember 2026. Jadwal dan lokasi ujian CBT akan diumumkan lebih lanjut oleh ClassNK.
Pemerintah Jepang juga telah menetapkan bidang pergudangan sebagai salah satu bidang dalam sistem Ikusei Shuro yang dijadwalkan mulai berlaku pada April 2027. Akan tetapi, untuk saat ini bidang pergudangan baru mencakup Tokutei Ginou 1 dan belum menyediakan jalur Tokutei Ginou 2.
Pembukaan pendaftaran ujian ini menjadi perkembangan penting bagi calon pekerja Indonesia yang tertarik bekerja di sektor logistik Jepang. Meski demikian, lulus ujian tidak otomatis menjamin memperoleh pekerjaan atau visa, karena kandidat tetap harus memenuhi persyaratan perusahaan penerima dan proses keimigrasian Jepang.
