Pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan untuk memasukkan bidang penerbangan atau 航空分野 (kōkū bun’ya) ke dalam program Ikusei Shuro, sistem ketenagakerjaan asing baru yang akan menggantikan program Ginou Jisshu atau pemagangan teknis mulai April 2027.
Rencana tersebut disampaikan pemerintah dalam rapat ke-14 panel ahli mengenai kebijakan operasional program Tokutei Ginou dan Ikusei Shuro pada 9 September 2026.
Dalam dokumen resmi yang dibahas pada rapat tersebut, pemerintah menuliskan:
「航空分野を育成就労産業分野として設定し、空港グランドハンドリングの業務区分を設定するもの」
Artinya, pemerintah berencana menetapkan penerbangan sebagai bidang industri Ikusei Shuro dan membentuk kategori pekerjaan airport ground handling. Sumber: Immigration Services Agency of Japan, Materi 3-1 (PDF)
Jika disetujui, jumlah bidang yang menerima pekerja asing melalui Ikusei Shuro akan bertambah dari 17 menjadi 18 bidang.
Bukan Pilot atau Awak Kabin
Meskipun disebut sebagai bidang penerbangan, pekerjaan yang direncanakan masuk Ikusei Shuro bukanlah pilot, pramugari, atau awak kabin.
Usulan saat ini secara khusus mencakup 空港グランドハンドリング (kūkō ground handling), yaitu pekerjaan di darat yang mendukung keberangkatan dan kedatangan pesawat.
Beberapa pekerjaan yang disebutkan dalam rancangan pelatihan pemerintah antara lain:
- Penanganan dan penyortiran bagasi penumpang
- Penanganan kargo udara
- Memuat bagasi dan kargo ke dalam pesawat
- Menurunkan bagasi dan kargo dari pesawat
- Pekerjaan pendukung operasional pesawat di area bandara
Dokumen pemerintah juga membagi proses penguasaan keterampilan secara bertahap. Pada tahun pertama, pekerja melakukan pekerjaan dasar dan pendampingan. Pada tahun kedua hingga ketiga, pekerja diharapkan mampu melaksanakan pekerjaan dengan tingkat kemandirian yang lebih tinggi hingga mencapai standar keterampilan Tokutei Ginou 1. Sumber: Immigration Services Agency of Japan, Materi 3-2 (PDF)
Perlu diperhatikan bahwa bidang penerbangan pada program Tokutei Ginou saat ini memiliki dua kategori besar, yaitu airport ground handling dan perawatan pesawat. Namun, dalam usulan Ikusei Shuro terbaru, kategori yang disebut sebagai sasaran penambahan baru adalah airport ground handling. Perawatan pesawat belum disebut sebagai kategori Ikusei Shuro dalam usulan tersebut. Sumber: Halaman resmi Tokutei Ginou bidang penerbangan
Disiapkan Kuota Awal 300 Orang
Pemerintah tidak berencana menambah batas keseluruhan penerimaan pekerja asing bidang penerbangan. Batas penerimaan untuk periode tahun fiskal 2024 sampai 2028 tetap sebanyak 4.900 orang.
Namun, kuota tersebut diusulkan untuk dibagi menjadi:
- Tokutei Ginou 1: 4.600 orang
- Ikusei Shuro: 300 orang
Dengan demikian, kuota 300 orang untuk Ikusei Shuro bukan tambahan baru di luar 4.900 orang, melainkan dialokasikan dari batas penerimaan bidang penerbangan yang sudah ditetapkan sebelumnya. Sumber: laporan Jiji Press melalui Nippon.com
Kekurangan Tenaga Kerja di Bandara Jepang
Rencana ini dilatarbelakangi oleh kekurangan tenaga kerja di sektor penerbangan Jepang, khususnya setelah aktivitas penerbangan dan kunjungan wisatawan asing kembali meningkat.
Dalam kebijakan resmi bidang penerbangan, pemerintah menyebut tujuan penerimaan pekerja asing adalah:
「航空分野において深刻化する人手不足に対応するため」
Artinya, penerimaan tersebut diperlukan “untuk merespons kekurangan tenaga kerja yang semakin serius di bidang penerbangan.”
Data pemerintah memperkirakan bahwa pada tahun fiskal 2028, sektor penerbangan Jepang membutuhkan sekitar 51.500 pekerja. Tanpa berbagai langkah penanganan, kekurangan tenaga kerja diperkirakan mencapai sekitar 15.300 orang.
Pemerintah memperkirakan peningkatan produktivitas dan perekrutan tenaga kerja domestik dapat menutup sebagian kekurangan tersebut. Namun, setelah seluruh upaya itu dilakukan, sektor penerbangan masih diproyeksikan kekurangan sekitar 4.900 pekerja.
Pada tahun fiskal 2024, rasio lowongan terhadap pencari kerja untuk pekerjaan utama di bidang penerbangan juga mencapai sekitar 3,95 kali. Artinya, jumlah lowongan hampir empat kali lebih banyak daripada jumlah pencari kerja yang tersedia. Sumber: Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang (PDF), halaman 26–29
Peluang Baru bagi Kandidat Indonesia?
Apabila rencana ini resmi disahkan, bidang airport ground handling dapat menjadi jalur baru bagi calon pekerja asing, termasuk kandidat dari Indonesia, untuk membangun keterampilan selama sekitar tiga tahun sebelum beralih ke Tokutei Ginou 1.
Namun, peluang tersebut belum dapat dianggap sebagai lowongan yang resmi dibuka. Pemerintah Jepang masih harus menetapkan secara terperinci:
- Standar keterampilan dan sistem ujian
- Persyaratan kemampuan bahasa Jepang
- Ketentuan perusahaan penerima
- Kurikulum pelatihan tahun pertama hingga ketiga
- Mekanisme perpindahan ke Tokutei Ginou 1
- Jadwal perekrutan dan penerimaan pekerja dari luar Jepang
Pemerintah menargetkan pembahasan tersebut dilanjutkan melalui panel ahli sebelum perubahan kebijakan diajukan untuk diputuskan oleh kabinet pada Desember 2026. Program Ikusei Shuro sendiri dijadwalkan mulai berlaku pada 1 April 2027. Sumber: Kyodo News melalui brIDge
Dengan demikian, kabar ini merupakan sinyal kuat bahwa pekerjaan ground handling bandara berpeluang resmi masuk Ikusei Shuro. Namun, masyarakat dan calon pekerja sebaiknya menunggu keputusan kabinet serta aturan pelaksanaan sebelum mengikuti perekrutan yang mengatasnamakan program tersebut.
