SSW Pengolahan Makanan Akan Dipecah Menjadi Dua, Termasuk Ujiannya

Pemerintah Jepang akan mengubah struktur bidang Specified Skilled Worker (SSW) atau Tokutei Ginou Pengolahan Makanan. Mulai 1 April 2027, bidang yang selama ini dikenal sebagai 飲食料品製造業全般, atau pengolahan makanan dan minuman secara umum, akan dipecah menjadi dua kategori pekerjaan.

Perubahan tersebut tercantum dalam revisi pedoman operasional bidang 飲食料品製造業 yang diterbitkan Immigration Services Agency of Japan pada 28 Agustus 2026.

Dua kategori baru tersebut adalah:

  1. 飲食料品製造業 — manufaktur atau pengolahan makanan dan minuman.
  2. 水産加工業 — pengolahan produk perikanan atau hasil laut.

Pemisahan tidak hanya berlaku pada jenis pekerjaannya. Ujian keterampilan SSW 1 dan SSW 2 juga akan dipisahkan sesuai kedua kategori tersebut.

Apa Perbedaan Kedua Kategori Tersebut?

Kategori 飲食料品製造業 mencakup pekerjaan produksi dan pengolahan makanan serta minuman selain minuman beralkohol, antara lain:

  • Pengolahan bahan baku;
  • Pemanasan dan sterilisasi;
  • Pembentukan produk;
  • Pengeringan;
  • Pengelolaan keamanan dan sanitasi makanan.

Sementara itu, 水産加工業 secara khusus mencakup pengolahan ikan, kerang, rumput laut, dan bahan baku hasil laut lainnya. Pekerjaannya dapat meliputi:

  • Pengolahan bahan baku hasil laut;
  • Pemanasan dan sterilisasi;
  • Pembentukan dan pengeringan;
  • Pembekuan dan penyimpanan dingin;
  • Pengelolaan keamanan serta sanitasi produk perikanan.

Dalam kedua kategori tersebut, pekerjaan yang hanya berupa sortir atau pengemasan tidak dianggap sebagai pekerjaan utama pengolahan makanan. Pekerja SSW tetap harus terlibat secara luas dalam proses produksi atau pengolahan.

Ujian SSW Juga Akan Dipisahkan

Saat ini, kandidat menggunakan satu jenis ujian keterampilan bidang pengolahan makanan. Setelah sistem baru diterapkan, ujian akan dibedakan menjadi:

  • Ujian SSW 1 飲食料品製造業;
  • Ujian SSW 1 水産加工業;
  • Ujian SSW 2 飲食料品製造業; dan
  • Ujian SSW 2 水産加工業.

Artinya, kandidat yang mengikuti ujian setelah sistem baru berlaku perlu memilih ujian yang sesuai dengan bidang pekerjaan yang dituju.

Sebagai contoh, kandidat yang hanya lulus ujian 水産加工業 pada prinsipnya dipersiapkan untuk bekerja dalam pengolahan hasil laut. Jika ingin berpindah ke kategori 飲食料品製造業, kandidat harus memiliki bukti keterampilan yang diakui untuk kategori tujuan.

Karena itu, jenis ujian yang dimiliki kandidat nantinya akan menjadi salah satu hal penting yang harus diperiksa saat melakukan proses matching dengan Job Order.

Bagaimana Nasib Sertifikat Ujian Lama?

Pemerintah Jepang memberikan ketentuan transisi yang cukup menguntungkan.

Kandidat yang mengikuti ujian bidang pengolahan makanan lama paling lambat 31 Maret 2027 dan dinyatakan lulus akan dianggap memenuhi kualifikasi untuk kedua kategori baru, yaitu:

  • 飲食料品製造業; dan
  • 水産加工業.

Dengan demikian, pemegang sertifikat ujian lama tetap dapat melamar pekerjaan pengolahan makanan umum maupun pengolahan hasil laut setelah pemisahan kategori diberlakukan.

Kandidat dengan sertifikat lama juga akan mempunyai fleksibilitas yang lebih besar dalam memilih dan berpindah pekerjaan di antara kedua kategori tersebut.

Bagaimana dengan Lulusan Program Magang?

Peserta yang telah menyelesaikan 技能実習2号 dengan baik dalam pekerjaan yang berkaitan dengan pengolahan makanan atau hasil laut tetap memperoleh pembebasan ujian sesuai ketentuan yang berlaku.

Pekerjaan magang yang berkaitan antara lain:

  • Pengolahan ayam;
  • Pengolahan daging sapi dan babi;
  • Pembuatan ham, sosis, dan bacon;
  • Pembuatan roti;
  • Produksi makanan siap saji;
  • Pengolahan acar hasil pertanian;
  • Pengolahan produk perikanan; dan
  • Pembuatan produk olahan ikan.

Berdasarkan ketentuan transisi, lulusan 技能実習2号 yang memenuhi persyaratan dapat bekerja dalam kategori 飲食料品製造業 maupun 水産加工業.

Namun, apabila bidang magang sebelumnya tidak berhubungan dengan pengolahan makanan, kandidat tetap harus lulus ujian keterampilan yang sesuai dengan pekerjaan SSW yang dituju.

Syarat Bahasa Jepang SSW 2 Juga Berubah

Selain pemisahan kategori dan ujian, terdapat perubahan penting untuk kandidat SSW 2.

Mulai 1 April 2027, kandidat SSW 2 bidang pengolahan makanan diwajibkan memiliki kemampuan bahasa Jepang setara B1 atau lebih tinggi.

Salah satu pembuktiannya adalah JLPT N3 atau lebih tinggi. Namun, sekadar lulus N3 belum tentu cukup karena hasilnya harus dinilai setara B1.

Dalam pemetaan CEFR resmi JLPT:

  • Nilai N3 sebesar 95–103 dikategorikan sebagai A2;
  • Nilai N3 sebesar 104 atau lebih dikategorikan sebagai B1.

Karena itu, kandidat yang menargetkan SSW 2 sebaiknya tidak hanya menargetkan lulus N3, tetapi memperoleh nilai minimal 104 atau mempersiapkan diri sampai tingkat N2.

Ketentuan teknis untuk sertifikat JLPT lama yang belum mencantumkan level CEFR masih akan diumumkan lebih lanjut oleh pemerintah Jepang.

Apa Dampaknya bagi Calon Pekerja Indonesia?

Sampai 31 Maret 2027, klasifikasi pekerjaan dan ujian lama masih dapat digunakan. Namun, kandidat dan lembaga pengirim perlu mulai mempersiapkan perubahan ini.

Setiap Job Order pengolahan makanan nantinya harus diperiksa apakah termasuk:

  • 飲食料品製造業; atau
  • 水産加工業.

Kandidat juga harus mengetahui apakah sertifikat ujian yang dimilikinya berlaku untuk satu kategori atau keduanya. Kesalahan memilih ujian dapat menyebabkan kandidat tidak memenuhi persyaratan pekerjaan yang dilamar.

Bagi kandidat yang sudah memiliki atau akan mengikuti ujian lama sebelum batas waktu transisi, sertifikat tersebut tetap diakui dan bahkan dapat digunakan untuk kedua kategori baru.

Kesimpulan

Mulai 1 April 2027, SSW Pengolahan Makanan tidak lagi menggunakan satu kategori besar. Bidang tersebut akan dipisahkan menjadi pengolahan makanan dan minuman umum serta pengolahan produk perikanan.

Ujian keterampilannya juga akan dipisahkan. Kandidat baru harus lebih teliti dalam memilih ujian sesuai pekerjaan yang dituju. Sementara itu, kandidat yang mengikuti dan lulus ujian lama paling lambat 31 Maret 2027 mendapatkan perlindungan transisi dan dianggap memenuhi kualifikasi untuk kedua kategori baru.

Informasi mengenai jadwal, materi, dan mekanisme pelaksanaan ujian baru masih perlu menunggu pengumuman lanjutan dari pemerintah Jepang dan lembaga penyelenggara ujian.

Sumber resmi:

search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close