Industri Restoran Di Jepang Berharap Batas Kuota Penerimaan Tokutei Ginou Ditambah

AICHI – Jepang sedang mengalami kekurangan tenaga kerja. Tenaga kerja asinglah yang menopang berbagai tempat dan bidang pekerjaan. Namun, saat ini ada sebuah industri yang sedang menghadapi kesulitan.

Salah satu makanan khas Nagoya yang paling terkenal adalah tebasaki atau sayap ayam, seperti yang disajikan oleh restoran “Sekai no Yamachan”. Di cabang Yabacho yang baru saja dibuka pada tanggal 7, banyak pelanggan memenuhi restoran meskipun saat itu adalah hari kerja.

Di dapur restoran tersebut terdapat Bohara Krishna, seorang pria asal Nepal. Ia telah bekerja sebagai karyawan tetap selama sekitar empat tahun.

Bohara Krishna, asal Nepal:

“Saya pernah menjalankan usaha di negara saya sendiri, tetapi gagal. Meskipun bekerja di Nepal, gaji yang diperoleh tidak terlalu tinggi. Namun, apabila datang ke Jepang dan bekerja selama delapan jam, gajinya lebih tinggi.”

Di “Sekai no Yamachan”, terdapat 28 tenaga kerja asing yang bekerja sebagai karyawan tetap. Sementara itu, jumlah tenaga kerja asing yang bekerja paruh waktu mencapai sekitar 800 orang.

Sebagian karyawan tetap seperti Krishna memiliki status izin tinggal yang disebut “Tokutei Ginou 1” atau Keterampilan Khusus Nomor 1, yang memungkinkan seseorang bekerja di Jepang selama lima tahun. Saat ini, tempat-tempat usaha di bidang restoran dan layanan makanan yang mengalami kekurangan tenaga kerja serius banyak ditopang oleh tenaga kerja asing.

Namun, pada April tahun ini, terjadi sebuah keadaan yang mengguncang industri tersebut.

Penerimaan tenaga kerja dengan status “Tokutei Ginou 1” untuk bidang restoran dan layanan makanan dihentikan sementara. Setelah tiga bulan berlalu, dampaknya juga mulai dirasakan di perusahaan ini.

Takeshi Sasano, Divisi Sumber Daya Manusia dan Administrasi Umum ESY Food:

“Ada beberapa orang yang direncanakan mulai bekerja pada April dan sudah mengajukan permohonan visa. Namun, hingga kondisi saat ini pada bulan Juli, masih ada beberapa orang yang belum mendapatkan keputusan, atau dengan kata lain, belum memperoleh hasil apakah permohonannya disetujui atau tidak.”

Sistem “Tokutei Ginou” atau Keterampilan Khusus diperkenalkan tujuh tahun lalu pada sejumlah bidang usaha, seperti restoran dan perawatan lansia, sebagai upaya untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja. Batas maksimal penerimaan tenaga kerja untuk bidang restoran dan layanan makanan ditetapkan sebanyak 50.000 orang. Batas jumlah tersebut disebut menjadi hambatan dalam proses penerimaan tenaga kerja saat ini.

Takeshi Sasano, Divisi Sumber Daya Manusia dan Administrasi Umum ESY Food:

“Jalur bagi para pelajar asing yang saat ini bekerja paruh waktu dan memiliki keinginan, ‘Pada masa mendatang saya ingin bekerja di Yamachan,’ menjadi tertutup. Harapan kami, pemerintah dapat mengambil langkah untuk sedikit menambah batas maksimal penerimaan yang saat ini ditetapkan sebanyak 50.000 orang.”

search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close