Kuota Terpenuhi, Pemerintah Jepang Hentikan Sementara Penerimaan Orang Asing Dari Luar Jepang Untuk Visa SSW Bidang Restoran

Pemerintah Jepang resmi menghentikan sementara penerimaan baru tenaga kerja asing yang akan bekerja bidang restoran dan pelayanan makanan menggunakan visa Tokutei Ginou. Kebijakan ini diumumkan pada 27 Maret 2026 dan akan mulai berlaku pada 13 April 2026.

Langkah tersebut diambil karena jumlah tenaga kerja asing di bidang Restoran sudah mendekati batas kuota penerimaan yang ditetapkan oleh pemerintah Jepang. Per akhir Februari 2026, jumlah pemegang visa Tokutei Ginou 1 di sektor ini telah mencapai sekitar 46 ribu orang. Dengan laju pertumbuhan saat ini, angka itu diperkirakan melampaui batas 50 ribu orang sekitar Mei 2026.

Sasaran utama dari penghentian ini adalah untuk pekerja baru yang ingin datang ke Jepang untuk bekerja di bidang Restoran menggunakan visa Tokutei Ginou. Artinya, perusahaan restoran di Jepang akan semakin sulit memanggil kandidat baru dari luar Jepang melalui jalur Tokutei Ginou 1 bidang Restoran. Mulai 13 April 2026, permohonan COE (ijin tinggal di Jepang) untuk peserta baru tidak akan diterbitkan. Permohonan pindah bidang dari Tokutei Ginou bidang lain ke bidang Restoran, yang diajukan setelah tanggal itu juga tidak akan disetujui.

Namun kebijakan ini bukan berarti seluruh aktivitas di bidang Restoran langsung berhenti. Pekerja yang sudah lebih dulu berada di Jepang dengan status Tokutei Ginou 1 bidang Restoran tetap dapat melanjutkan pekerjaan dan masih bisa mengurus perpindahan kerja di bidang yang sama. Pemerintah juga membuka pengecualian bagi sebagian orang, termasuk peserta magang bidang pembuatan makanan untuk fasilitas kesejahteraan (医療・福祉施設給食製造作業) yang akan beralih ke bidang Restoran, serta mereka yang sudah memegang visa Tokutei Katsudou untuk persiapan pindah ke Tokutei Ginou 1 bidang Restoran.

Efek kebijakan ini juga terasa pada sisi ujian. OTAFF (penyelenggara ujian SSW Restoran) menyatakan bahwa reservasi ujian Tokutei Ginou 1 bidang Restoran, baik di Jepang maupun di luar Jepang, dihentikan untuk sementara sampai ada instruksi pembukaan kembali dari pemerintah. Ini berarti calon pekerja yang baru berencana masuk ke sektor restoran Jepang tidak hanya menghadapi hambatan visa, tetapi juga kehilangan akses sementara ke jalur tes resmi.

Bagi perusahaan penerima, lembaga pengirim, maupun calon pekerja asing, keputusan ini menjadi sinyal bahwa sektor restoran Jepang telah mendekati kapasitas penerimaan yang ditentukan oleh pemerintah jepang.

Dengan hal ini, publik memahami bahwa industri restoran Jepang sangat bergantung pada tenaga kerja asing. Ketika batas kuota penerimaan hampir penuh, dampaknya langsung terasa ke proses rekrutmen. Bidang restoran ini kedepannya akan memasuki masa rekrutmen yang jauh lebih ketat.

search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close