Indonesia kembali mendapat perhatian dalam rencana pengembangan tenaga kerja ke Jepang. Kali ini, Provinsi Lampung masuk dalam agenda Organisasi Pengembangan SDM Keterampilan Konstruksi Jepang (JAC) sebagai lokasi yang akan disurvei untuk pembentukan basis pembinaan tenaga kerja terampil bagi kebutuhan industri konstruksi Jepang.
Langkah ini masuk dalam rencana usaha JAC untuk tahun fiskal 2026. Dengan dukungan pemerintah Provinsi Lampung, Jepang ingin mengkaji kemungkinan memanfaatkan fasilitas pelatihan publik dan sarana lain yang sudah ada untuk membangun model pembinaan tenaga kerja yang lebih terarah sejak dari Indonesia. Skema ini diharapkan menjadi contoh pengiriman tenaga kerja asing yang stabil ke Jepang di masa depan.
JAC adalah organisasi di Jepang yang berperan dalam mendukung penerimaan dan pembinaan tenaga kerja asing di bidang konstruksi, khususnya dalam skema Tokutei Ginou. Secara sederhana, lembaga ini menjadi penghubung antara kebutuhan industri konstruksi Jepang, perusahaan penerima, dan sistem pembinaan tenaga kerja asing, termasuk dukungan pelatihan, ujian keterampilan, edukasi keselamatan kerja, serta penataan lingkungan penerimaan agar pekerja asing dapat bekerja dengan lebih aman dan berkelanjutan.
Rencana di Lampung ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan dasar yang ditandatangani Indonesia dan Jepang pada Agustus 2025. Pada Februari lalu, penjelasan mengenai industri konstruksi Jepang juga telah digelar di lokasi. Setelah itu, JAC berencana menganalisis hasil angket peserta dan melanjutkannya dengan survei wawancara ke sekolah-sekolah serta Lembaga Pengirim.
Langkah ini menunjukkan bahwa Jepang tidak hanya fokus menerima tenaga kerja, tetapi mulai serius membangun jalur pembinaan sejak sebelum keberangkatan. Ini bisa menjadi peluang penting, terutama bagi calon pekerja Indonesia yang ingin masuk ke sektor konstruksi Jepang dengan persiapan yang lebih matang, baik dari sisi keterampilan, bahasa Jepang, maupun pemahaman budaya kerja.
Rencana ini juga berkaitan dengan dimulainya sistem Ikusei Shurou pada tahun fiskal 2027. Karena itu, JAC mulai menyiapkan berbagai bentuk dukungan agar tenaga asing nantinya dapat berkembang secara bertahap dari Ikusei Shurou ke Tokutei Ginou Tingkat. 1, lalu ke Tingkat. 2. Dukungan yang dipertimbangkan meliputi peningkatan keterampilan, pendidikan bahasa Jepang, hingga pengumpulan contoh-contoh praktik baik mengenai kehidupan bersama antara pekerja asing dan masyarakat lokal di Jepang.
Tidak hanya itu, JAC juga menaruh perhatian pada aspek kehidupan sehari-hari pekerja asing. Mulai tahun fiskal 2026, tenaga asing Tokutei Ginou akan mendapat akses ke video online gratis untuk memahami budaya dan tata krama Jepang. Sosialisasi mengenai sistem kompensasi untuk masalah kehidupan sehari-hari serta dukungan saat berobat juga akan dipercepat. Sementara itu, bantuan untuk pulang sementara ke negara asal akan dinaikkan dengan batas maksimal 50.000 yen mulai Juni.
sumber: https://digital.kentsu.co.jp/articles/artcl_rglr/01KMF2R2TRQB1VF6089ETD9G57
