Ukir Sejarah, Wanita Pertama Indonesia Yang Menjadi Supir Bus Dengan Visa SSW

Kabar membanggakan datang dari dunia transportasi Jepang. Seorang perempuan asal Indonesia bernama Mahatmi Rismartanti sukses mencatatkan namanya sebagai perempuan asing pertama yang dipercaya menjadi pengemudi bus di Tokyu Bus, salah satu operator bus terkemuka di Jepang.

Kehadiran sosok yang akrab disapa Ami ini menjadi sorotan luas karena ia berhasil menembus batasan di industri yang sangat ketat dan umumnya didominasi oleh warga lokal Jepang.

Ketertarikan Ami pada kendaraan besar ternyata merupakan warisan dari keluarganya di Indonesia. Ia bercerita bahwa pamannya adalah seorang pengemudi truk, sementara ibunya memiliki kemampuan mengemudikan kendaraan berukuran sedang. Hal inilah yang menginspirasi Ami sejak kecil untuk mengejar karier sebagai pengemudi kendaraan besar, sebuah profesi yang menurutnya sangat keren.

Tokyo Untuk mencapai posisinya saat ini, Ami harus melewati proses yang tidak mudah. Ia memulai persiapannya sejak di Indonesia, mulai dari pelatihan bahasa hingga teknis, sebelum akhirnya berangkat ke Jepang untuk menempuh ujian lisensi mengemudi kendaraan berat (SIM Besar) yang terkenal sulit.

Kini, Ami sudah mulai terampil mengemudikan bus melewati rute-rute menantang di Tokyo. Mulai dari gang-gang sempit di Jiyugaoka yang menuntut akurasi tingkat tinggi, hingga persimpangan Shibuya Scramble yang sangat padat. Meskipun sempat merasa gugup menghadapi keramaian pejalan kaki di pusat kota Tokyo, Ami tetap optimis karena mengemudi memang sudah menjadi hobi dan impiannya.

Selain dedikasi profesional, kecintaan Ami pada budaya Jepang menjadi motivasi tambahan. Sebagai penggemar anime dan musik Jepang, ia merasa sangat terbantu dengan lingkungan kerja di Jepang yang menjunjung tinggi keselamatan dan ketertiban lalu lintas. Menurutnya, sistem transportasi yang aman di Jepang membuatnya merasa tenang dalam menjalankan tanggung jawabnya membawa penumpang.

Manajemen Tokyu Bus memberikan apresiasi tinggi terhadap performa Ami. Di tengah tantangan kekurangan tenaga kerja pengemudi di Jepang, kehadiran staf asing seperti Ami dianggap sebagai aset strategis. Perusahaan mencatat bahwa pengemudi asal luar negeri seringkali mendapatkan pujian dari penumpang karena sikap yang ramah dan kualitas layanan yang tinggi.

“Mengemudi adalah impian saya sejak kecil. Saya yakin saya bisa menjalankan tugas ini dengan baik,” ujar Ami dengan penuh rasa percaya diri.

Pencapaian Mahatmi Rismartanti atau Ami ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia lainnya untuk berani berkarier di kancah internasional dan menunjukkan kualitas talenta Indonesia di mata dunia.

search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close