Dua Perempuan Asal Indonesia Bekerja Sebagai Perawat Lansia di Rumah Sakit Shizuoka Dengan Visa SSW

Dua warga negara Indonesia resmi diterima bekerja sebagai asisten perawat di Rumah Sakit Umum Kota Kikugawa, Prefektur Shizuoka. Meskipun masih menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, keduanya menjalani pekerjaan dengan semangat dan sikap positif.

Sejak awal September, mereka datang ke Jepang melalui program Specified Skilled Worker (SSW) bidang keperawatan, yang memungkinkan tenaga asing bekerja di sektor-sektor yang mengalami kekurangan tenaga kerja.
Langkah ini menjadi yang pertama bagi rumah sakit yang dikelola langsung oleh pemerintah daerah di Prefektur Shizuoka untuk mempekerjakan tenaga asing di bawah sistem tersebut.

Keduanya mengaku tertarik dengan Jepang sejak kecil dan ingin merasakan budaya Jepang secara langsung sambil bekerja. Mereka bertanggung jawab atas penggantian seprai, pembersihan pegangan tangan, dan penyajian makanan bagi pasien.

Salah satu dari mereka mengatakan, “Perlahan-lahan sudah mulai terbiasa. Berbicara dalam bahasa Jepang masih sulit, tapi semua orang di sini sangat ramah, jadi setiap hari terasa menyenangkan.”
Rekan kerja mereka pun memuji etos kerja keduanya yang rajin dan komunikatif.

Usai pekerjaan pagi, mereka selalu makan siang bersama. Menu bekal buatan sendiri berisi masakan khas Indonesia menjadi pengingat hangat akan kampung halaman. Meski mengaku sempat gugup di awal, keduanya saling mendukung dan semakin percaya diri menjalani rutinitas.

Di waktu siang, salah satu dari mereka mendampingi pasien melakukan aktivitas seperti mewarnai dan bermain puzzle, agar pasien tetap aktif di siang hari dan bisa tidur nyenyak di malam hari. Ia juga berusaha berkomunikasi langsung dengan pasien menggunakan bahasa Jepang.

Kepala perawat bangsal tempat mereka bekerja mengatakan, “Sekarang mereka sudah bisa melakukan banyak hal sendiri. Saya yakin mereka akan terus berkembang dan bisa bekerja lebih mandiri, termasuk pada shift malam.”

Kedua tenaga asal Indonesia ini dapat bekerja di rumah sakit tersebut selama maksimal lima tahun.
Mereka pun memiliki impian besar — menjadi perawat lansia bersertifikat (kaigo fukushishi) dan, bila memungkinkan, mengajak keluarga datang ke Jepang di masa depan.

search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close