Prefektur Kagoshima Lirik Tenaga Kerja Dari Indonesia, Peluang Kerja di Jepang Semakin Lebar

Di tengah kekurangan tenaga kerja yang semakin parah di perusahaan Jepang, seminar digelar untuk mendorong perekrutan tenaga kerja dari Indonesia — negara Asia Tenggara yang ekonominya terus bertumbuh.

Seminar yang diadakan oleh Pemerintah Prefektur Kagoshima pada 3 Agustus di Kota Kagoshima ini dihadiri oleh para pelaku usaha lokal serta perwakilan lembaga pengirim tenaga kerja.

Dalam seminar tersebut, perwakilan Kedutaan Besar Indonesia yang hadir secara daring memaparkan bahwa Indonesia adalah negara berpenduduk sekitar 280 juta jiwa dengan jumlah generasi muda yang besar.

Selain itu, tersedia juga sesi konsultasi langsung untuk memberi masukan kepada perusahaan tentang cara memahami budaya kerja tenaga kerja Indonesia, termasuk perhatian khusus karena hampir 90% penduduk Indonesia beragama Islam.

Menurut Kantor Tenaga Kerja Kagoshima, jumlah pekerja asing di prefektur ini mencapai rekor tertinggi 14.240 orang per Oktober tahun lalu. Berdasarkan kewarganegaraan, Vietnam menempati urutan pertama dengan 5.124 orang, diikuti Indonesia dengan 3.258 orang.

Namun, meningkatnya upah di negara-negara seperti Vietnam serta melemahnya nilai yen telah memicu tren “meninggalkan Jepang” di kalangan pekerja asing. Persaingan antarperusahaan di Jepang untuk mendapatkan tenaga kerja asing juga semakin ketat, sehingga pemerintah prefektur berupaya memperkuat strategi perekrutan.

Seorang pimpinan perusahaan di Kota Satsumasendai yang telah mempekerjakan tenaga asing mengatakan, “Mereka adalah sumber daya manusia yang sangat berharga, jadi kami ingin meningkatkan jumlahnya di masa depan.”

Kepala Divisi Kebijakan Tenaga Kerja Asing Prefektur Kagoshima, Yoshinori Toyokawa, mengatakan, “Jumlah tenaga kerja Indonesia di prefektur ini terus meningkat, sehingga kami akan memperkuat sistem penerimaan agar mereka dapat bekerja dengan nyaman.”

search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close