Di tengah semakin parahnya kekurangan tenaga kerja di industri perkeretaapian, JR Shikoku untuk pertama kalinya memanfaatkan sistem Tokutei Gino untuk menerima tenaga kerja asing yang akan bertugas melakukan pemeliharaan dan pemeriksaan fasilitas penting demi keselamatan jalannya kereta.
Karena kurangnya tenaga kerja untuk memelihara dan memeriksa rel serta peralatan sinyal, pemerintah Jepang tahun lalu menambahkan bidang perkeretaapian ke dalam daftar kategori yang dapat diisi oleh pemegang visa Tokutei Ginou.
Menurut pihak terkait, JR Shikoku telah memutuskan untuk menerima empat tenaga kerja asing pertama melalui program ini.
Terkait perekrutan di sektor perkeretaapian, JR East tahun fiskal ini berencana memulai program pelatihan bagi pemegang visa Tokutei Ginou dari berbagai perusahaan kereta lainnya. JR Shikoku juga akan mengirimkan tenaga kerjanya untuk mengikuti pelatihan ini.
Para peserta pelatihan akan mempelajari pengetahuan terkait perkeretaapian selama sekitar satu bulan. Jika lulus ujian, mereka bisa mulai bertugas di lapangan paling cepat pada musim panas tahun depan.
JR Shikoku menghadapi tantangan untuk merekrut dan mengembangkan tenaga teknis penting secara berkelanjutan, dan perhatian kini tertuju pada apakah upaya perekrutan tenaga kerja asing di industri kereta api ini akan membuahkan hasil.
Sumber: https://www3.nhk.or.jp/matsuyama-news/20250808/8000022524.html
