Krisis Tenaga Kerja di Jepang, Perwakilan Lembaga Pengiriman Tenaga Kerja Indonesia Kunjungi Noshiro

Di tengah semakin parahnya kekurangan tenaga kerja akibat penurunan angka kelahiran dan penuaan populasi di Jepang, perwakilan dari lembaga yang mengirim tenaga kerja Indonesia ke Jepang mengunjungi Kota Noshiro. Mereka bertukar pendapat dengan perwakilan pemerintah kota serta perwakilan perusahaan lokal.

Pada 28 Februari 2025, sembilan orang perwakilan dari lembaga pengiriman tenaga kerja Indonesia dan universitas di Indonesia mengunjungi Balai Kota Noshiro untuk bertemu dengan wali kota dan perwakilan perusahaan lokal.

Di Kota Noshiro, akibat penurunan angka kelahiran dan populasi yang menua, kekurangan tenaga kerja menjadi semakin serius. Perusahaan dari berbagai sektor seperti konstruksi dan transportasi telah bekerja sama dalam upaya menerima tenaga kerja asing. Pertemuan dengan delegasi dari Indonesia kali ini merupakan bagian dari upaya tersebut.

Dalam pertemuan ini, perwakilan lembaga pengiriman tenaga kerja dari Indonesia memaparkan situasi pendidikan bahasa Jepang dan pelatihan tenaga kerja di Indonesia.

Sebagai tanggapan, pihak Kota Noshiro menjelaskan bahwa kekurangan tenaga kerja terus berlanjut di berbagai sektor, termasuk konstruksi, transportasi, perawatan lansia (kaigo), dan pertanian, sehingga mereka membutuhkan lebih banyak tenaga kerja asing.

Meningkatnya Ketergantungan pada Tenaga Kerja Asing di Prefektur Akita
Menurut Badan Tenaga Kerja Prefektur Akita, jumlah pekerja asing di prefektur ini mencapai 3.536 orang pada Oktober tahun lalu, meningkat 1,5 kali lipat dalam lima tahun terakhir.

Semakin banyak perusahaan yang mengalami kekurangan tenaga kerja mulai mengandalkan tenaga kerja asing, dan tren ini kini meluas ke seluruh wilayah Prefektur Akita.

Wahyu Wijaya, perwakilan dari lembaga pengiriman tenaga kerja Indonesia, menyatakan:
“Jepang mengalami kekurangan tenaga kerja di bidang konstruksi, sementara di Indonesia, mencari pekerjaan merupakan tantangan besar. Kami berharap dengan adanya pertukaran tenaga kerja ini, kedua negara dapat saling berkontribusi bagi masyarakat masing-masing.”

search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close