Seorang mahasiswa asal Indonesia yang menempuh pendidikan di Chūkyūshū Junior College, Kota Yatsushiro, Prefektur Kumamoto, menggelar konferensi pers setelah pihak kampus secara tiba-tiba menyatakan bahwa ia tidak dapat lulus karena kekurangan satu mata kuliah, meskipun sebelumnya telah diberitahu bahwa ia memenuhi semua syarat kelulusan.
Mahasiswa tersebut merasa kecewa dengan keputusan mendadak ini dan menyatakan tidak lagi mempercayai institusi tersebut.
Dijanjikan Lulus, Tiba-tiba Diminta Mengulang dan Membayar Biaya Tambahan
Menurut mahasiswa tersebut dan kelompok pendukungnya, sejak September 2024, ia beberapa kali memastikan langsung kepada pihak kampus apakah ia telah memenuhi seluruh persyaratan kelulusan. Saat itu, pihak kampus menyatakan bahwa ia telah mendapatkan semua mata kuliah yang dibutuhkan.
Bahkan, pada Januari 2025, staf akademik kampus sempat mengucapkan “Selamat, Anda bisa lulus!”
Namun, pada 20 Februari 2025, hanya tiga minggu sebelum upacara kelulusan, mahasiswa tersebut dipanggil oleh dosennya dan diberitahu bahwa ia kekurangan satu mata kuliah. Untuk bisa lulus, ia harus mengulang satu semester lagi dan membayar uang kuliah tambahan untuk semester berikutnya.
Tidak Diberi Informasi tentang Kelas Tambahan
Sebagai bentuk solusi bagi mahasiswa yang belum memenuhi syarat kelulusan, pihak kampus mengadakan kelas tambahan khusus pada 3 Maret 2025. Namun, mahasiswa tersebut tidak mendapat informasi sama sekali mengenai kelas ini.
Setelah mengetahui adanya kelas tambahan tersebut, ia akhirnya diizinkan untuk mengikuti kelas itu berkat inisiatif beberapa dosen yang merasa simpati terhadapnya.
Akan tetapi, setelah mengikuti kelas tambahan itu, ia kembali diberitahu bahwa tetap tidak bisa lulus, meskipun telah menyelesaikan semua yang diminta.
Ia merasa bingung dan bertanya, “Apakah saya yang salah? Saya sudah memenuhi semua kewajiban saya, tetapi saya masih tidak bisa lulus.”
Dugaan Diskriminasi terhadap Mahasiswa Asing?
Kasus ini menuai perhatian dari kelompok “Komustaka – Organisasi untuk Hidup Bersama dengan Orang Asing”, yang turut hadir dalam konferensi pers. Mereka menyatakan bahwa perlakuan kampus ini mengarah pada diskriminasi terhadap mahasiswa asing.
Namun, pihak Chūkyūshū Junior College membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa “Keputusan kelulusan telah dilakukan secara adil dan tidak ada unsur diskriminasi terhadap mahasiswa asing.”
Meskipun begitu, perbedaan informasi yang diberikan oleh pihak kampus, serta keputusan mendadak yang mengharuskan mahasiswa asing membayar biaya tambahan untuk kelulusan, telah menimbulkan keraguan terhadap transparansi sistem akademik yang diterapkan di kampus tersebut.
Sumber: dari berbagai sumber
