Pada 5 Maret 2025, sebuah acara pertukaran budaya digelar di Sekolah Dasar Nanbara, Kota Yonezawa, Prefektur Yamagata. Dalam kegiatan ini, siswa SD memperkenalkan keunikan daerah mereka dalam bahasa Inggris kepada Shaarifa, seorang pelajar asal Indonesia yang tengah menempuh studi di Kuriyama Gakuen High School, Kota Yonezawa.
Mengenalkan Keunikan Kota Yonezawa melalui Ilustrasi
Sebagai bagian dari pembelajaran terpadu, siswa SD Nanbara membuat ilustrasi bertajuk “Peta Rekomendasi Nanbara” (南原推し活マップ). Peta ini menggambarkan keindahan alam dan kerajinan tradisional setempat, termasuk “Otaka Poppo”, mainan kayu khas daerah tersebut.
Saat pembuatan ilustrasi, beberapa siswa mencoba menuliskan keterangannya dalam bahasa Inggris. Dari situ muncul ide untuk mengundang Shaarifa dan mengadakan sesi pertukaran budaya antara Indonesia dan Yonezawa.
Pertukaran Budaya melalui Presentasi Bahasa Inggris
Sebanyak 13 siswa kelas 4 SD Nanbara berpartisipasi dalam acara ini. Shaarifa memperkenalkan budaya Indonesia melalui presentasi berbasis slide, termasuk cara makan tradisional masyarakat Indonesia.
Shaarifa: “Piring dalam bahasa Inggris adalah Plate.”
Siswa: “Plate!”
Shaarifa: “Di Indonesia, orang makan dengan tangan. Jika ini piringnya, kita mengambil makanan langsung dengan tangan.”
Di sisi lain, para siswa SD menyampaikan daya tarik daerah mereka dalam bahasa Inggris kepada Shaarifa.
Siswa:
“Secret 1: Otaka Poppo is 1000 years old.”
“Secret 2: They use only one tool, ‘Sarukiri’ knife, to make Otaka Poppo.”
Keseruan dan Reaksi Peserta
Shaarifa mengapresiasi kemampuan bahasa Inggris para siswa.
Shaarifa: “Bahasa Inggris kalian sangat bagus dan lancar. Poster-poster yang kalian buat juga sangat menarik.”
Para siswa juga merasa bangga dengan pengalaman mereka.
Siswa:
“Hasilnya lebih baik daripada saat latihan.”
“Menyampaikan presentasi dalam bahasa Inggris sangat menyenangkan.”
Ketika ditanya apa yang mereka pelajari tentang Indonesia, salah satu siswa menjawab:
“Saya baru tahu bahwa orang Indonesia makan dengan tangan.”
Shaarifa juga terkesan dengan presentasi para siswa:
“Informasi tentang Nanbara sangat lengkap. Ini bukan level anak SD, tapi sudah level tinggi.”
Selama sesi pertukaran budaya ini, siswa SD aktif bertanya kepada Shaarifa dalam bahasa Inggris, menjadikan acara ini kesempatan yang berharga untuk memperdalam pemahaman tentang budaya masing-masing.
