Pertanian dan Pekerja Asing di Jepang

Perwakilan dari Konishi Farm mengatakan, “Dia bekerja lebih baik dari yang saya harapkan. Tenaga muda sungguh luar biasa. Dia menggali dengan kecepatan yang luar biasa. Setelah diajarkan sekali, dia dapat memahami pekerjaan dengan cepat, yang sangat membantu kami. Jika ke depannya dia bisa mendapatkan SIM di Jepang, dia juga bisa mengemudikan truk kecil, sehingga jangkauan pekerjaannya akan semakin luas.”

Di sela-sela pekerjaan atau saat hari libur, dua pekerja asing yang rajin ini tidak pernah melewatkan belajar kanji. Di pertanian ini, pihak pengelola memastikan mereka dapat menjalankan salat lima waktu, serta menghormati perbedaan individu sebagai prioritas utama.

Agar tenaga kerja asing dapat bekerja dalam jangka waktu yang lebih lama, hidup berdampingan dengan warga lokal menjadi tantangan penting. Kepala Dinas Sumber Daya Industri Prefektur Fukui, Taniguchi, mengatakan, “Banyak tenaga kerja asing yang datang ke Jepang, terutama ke Fukui, dengan harapan untuk mewujudkan impian dan masa depan mereka. Kami ingin membuat mereka merasa bahwa datang ke Fukui adalah keputusan yang tepat. Oleh karena itu, kami ingin menyambut mereka bukan hanya sebagai tenaga kerja, tetapi sebagai individu yang berharga.”

Terkait tenaga kerja asing, program “Sistem Pelatihan dan Pekerjaan” (育成就労制度, Ikusei Shūrō Seido) akan menggantikan Sistem Magang Keterampilan (技能実習制度, Ginō Jisshū Seido). Ke depannya, tenaga kerja asing akan memiliki opsi untuk berpindah tempat kerja (“転籍”, Tenseki) jika mereka menginginkannya. Oleh karena itu, tidak hanya kondisi kerja yang harus diperhatikan, tetapi juga lingkungan tempat tinggal mereka, agar tenaga kerja asing dapat bertahan dalam jangka waktu yang lebih lama.

Berbagai tantangan masih ada, seperti kesulitan dalam menyediakan tempat tinggal dan keterbatasan sarana transportasi bagi tenaga kerja asing. Selain itu, dari sisi pekerja asing sendiri, ada juga kekhawatiran seperti “minimnya informasi tentang komunitas lokal dan lingkungan tempat tinggal.”

Akibat sistem magang keterampilan yang telah berlangsung lama, tenaga kerja asing sering dianggap sebagai “tenaga kerja murah”. Namun, kini Jepang sedang memasuki era di mana pekerja asing akan bekerja setara dengan pekerja Jepang. Bukan lagi tentang “menerima” pekerja asing, melainkan bagaimana membuat Jepang menjadi pilihan bagi mereka. Oleh karena itu, bukan hanya pihak perusahaan, tetapi juga masyarakat Jepang secara keseluruhan, yang perlu berpikir bagaimana menciptakan masyarakat yang dapat hidup berdampingan dengan tenaga kerja asing.

search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close