Wanita Asal Indonesia Mengalami Hipothermia Ketika Mendaki Gunung Fuji

Shizuoka – Pada dini hari tanggal 21 Juli, ada permintaan rescue kepada polisi bahwa ada seorang wanita Indonesia yang sedang mendaki Gunung Fuji tidak bisa bergerak dikarenakan kondisi badan yang memburuk di dekat pos 7. Wanita itu berhasil diselamatkan dalam kondisi yang baik. Wanita itu sepertinya melakukan pendakian dengan metode 弾丸登山 dengan tidak memesan penginapan di atas gunung.

“弾丸登山” (dibaca: “dangan tozan”) secara harfiah berarti “pendakian peluru.” Istilah ini digunakan dalam bahasa Jepang untuk menggambarkan pendakian yang dilakukan dengan sangat cepat, biasanya dalam satu hari tanpa bermalam. Pendakian semacam ini sering kali dimulai pada dini hari dan selesai pada malam hari, dengan tujuan mencapai puncak gunung dan kembali ke titik awal dalam waktu sesingkat mungkin.

Pendakian jenis ini bisa sangat melelahkan dan menantang, karena pelakunya harus menjaga kecepatan yang tinggi dan biasanya membawa perlengkapan seminimal mungkin. Ini berbeda dengan pendakian yang lebih santai atau yang melibatkan bermalam di gunung.

Menurut keterangan polisi, laporan tersebut diterima dari rekan wanitanya yang melakukan pendakian bersama.

Wanita yang mengalami kondisi tubuh yang memburuk tersebut adalah seorang perempuan pekerja pabrik berusia 31 tahun yang berdomisili di Kota Okazaki, Prefektur Aichi, dan diduga mengalami hipotermia saat melakukan pendakian bersama rombongan warga Indonesia. Setelah Tim Penyelamat Gunung Polisi Prefektur Shizuoka menemukan wanita itu dan membawanya ke gubuk gunung terdekat, kondisi wanita tersebut kembali pulih.

Wanita tersebut mengenakan pakaian dan sepatu pendakian gunung, dan tidak mengenakan pakaian tipis, namun dia melakukan pendakian dengan metode 弾丸登山 dengan tidak memesan penginapan di atas gunung.

Sumber: https://www.at-s.com/life/article/ats/1516751.html

search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close