Kekurangan tenaga kerja yang serius di Jepang tidak hanya terjadi di supir tetapi juga di mekanik mobil. Dinas Perhubungan Miyazaki telah mempekerjakan peserta magang pertama dan sudah bekerja mulai tanggal 27 Februari.
Peserta magang pertama yang diterima oleh Dinas Perhubungan Miyazaki adalah empat pemuda laki-laki asal Indonesia berusia antara 19 dan 22 tahun yang telah lulus SMK otomotif dan telah mempelajari perawatan mobil di negara asal mereka.
Setelah bergabung dengan perusahaan bulan ini, keempat karyawan tersebut telah menjalani pelatihan, dan mulai tanggal 27, mereka memulai pekerjaan pertama mereka di sebuah pusat pemeliharaan di Kota Miyazaki, yang memeriksa dan memperbaiki bus dan kendaraan lainnya.
Usai mengikuti apel pagi, keempat peserta magang tersebut bekerja bersama karyawan senior, sambil mendapatkan bimbingan dalam bahasa Jepang, mereka memeriksa apakah tapak ban cukup dalam, mengoleskan oli pada bodi mobil, dan lain sebagainya.
Dinas Perhubungan Miyazaki belum bisa merekrut lulusan baru untuk mekanik mobil sejak terakhir kali mereka mempekerjakan dua orang pada musim semi tiga tahun lalu, dan perusahaan mengalami kekurangan tenaga kerja yang berkelanjutan.
Para peserta magang ini rencananya akan bekerja di perusahaan ini selama tiga tahun hingga Januari 2027, tetapi karena industri ini terus menghadapi kekurangan tenaga kerja yang serius, Dinas Perhubungan Miyazaki memutuskan untuk terus menerima peserta magang untuk divisi pemeliharaan.
Seorang peserta yang berusia 21 tahun mengatakan, “Saya sedikit gugup. Sulit untuk mengingat hal yang diajarkan, tetapi saya ingin membuka bengkel mobil sendiri ketika saya kembali dari Jepang.”
Akihiko Akaike, Manajer Departemen Pengembangan Transportasi Miyazaki, berkata, “Mereka berempat bekerja keras dengan ceria. Saya berharap mereka belajar secepatnya dan membawa keterampilan tersebut kembali ke negara asalnya.”
Sumber: https://www3.nhk.or.jp/lnews/miyazaki/20240227/5060017587.html
